dini hari baru berlalu satu jam dan dinginnya angin berhembus di kaki bukit Singkawang,Kalimantan barat, namun tidak menyurutkan langkah pak tua pemecah batu.
memecah batu yang besar adalah tujuan bapak ini. Hawa dingin, beratnya medan perjalanan,tidak menjadi hambatan bagi laki-laki penopang keluarga. Setapak demi setapak, mereka menuju dan menuruni tebing Bukit singkawang demi menghidupi keluarga.
Meski para pemukul batu tidak pernah belajar ilmu geologi, mereka tahu kapan harus mengayunkan linggisnya ke tebing-tebing. Para penggali harus menunggu cuaca yang baik untuk menurunkan batu yang sangat besar agar tidak tertimpa tanah yang meyelimuti batu. Berkejaran dengan waktu, mereka harus segera mengayunkan linggis
Dalam sehari, dalam sehari bapak ini dapat memecah batu 1-2 kubik batu. Mereka mendapatkan upah Rp20.000,00 per kubiknya.
Jadi jangan heran jika melihat kulit punggung yang berwarna coklat kehitaman dan lecet. Namun kerja keras mereka menjadi pemandangan menarik dan kekhasan dari tebing bukit singkawang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar